All@Huakb@r..Duni@..WeLCome..To..My..BloG

September 4, 2008 pukul 8:08 am | Ditulis dalam S@L@M | 1 Komentar
Tag:

“A Woman’s heart is deeper than the ocean for a secret”
Selalu ada harapan dalam keyakinan
ada keteguhan dalam kesabaran
ada hikmah dalam kesyukuran
ada do’a dalam ukhuwah
untuk mujahid/mujahidah yang tak pernah lelah berjuang di jalan da’wah.. Berkedip

T@h@p@n NoRm@Lis@sI

Januari 16, 2009 pukul 7:56 am | Ditulis dalam Sistem Basis Data | Tinggalkan komentar

Normalisasi Basis Data

Sumber : adam

Kategori: Normalisasi Basis Data

Normalisasi

  • Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.
  • Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga paling ketat (5NF)
  • Biasanya hanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF karena sudah cukup memadai untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas baik.

Normalisasi

Sebuah tabel dikatakan baik (efisien) atau normal jika memenuhi 3 kriteria sbb:

  1. ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation).
  2. Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF) (-akan dijelaskan kemudian-) Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition). Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
  3. Terpeliharanya Normalisasi

Jika kriteria ketiga (BCNF) tidak dapat terpenuhi, maka paling tidak tabel tersebut tidak melanggar Bentuk Normal tahap ketiga (3rd Normal Form / 3NF).

Tabel Universal

Tabel Universal (Universal / Star Table)  sebuah tabel yang merangkum semua kelompok data yang saling berhubungan, bukan merupakan tabel yang baik.

Misalnya:


Tabel Universal

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/211.jpg?w=450&h=195

Functional Dependency

Notasi: A  B

A dan B adalah atribut dari sebuah tabel. Berarti secara fungsional A menentukan B atau B tergantung pada A, jika dan hanya jika ada 2 baris data dengan nilai A yang sama, maka nilai B juga sama

Notasi: A B atau A x B

Adalah kebalikan dari notasi sebelumnya.

Functional Dependency

Contoh tabel nilai

Functional Dependency

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/36.jpg?w=450&h=165

Functional Dependency dari tabel nilai

Nrp namaMhs

Karena untuk setiap nilai nrp yang sama, maka nilai namaMhs juga sama.

{Namakul, nrp} NiHuruf

Karena attribut Nihuruf tergantung pada Namakul dan nrp secara bersama-sama. Dalam arti lain untuk Namakul dan nrp yang sama, maka NiHuruf juga sama, karena Namakul dan nrp merupakan key (bersifat unik).

NamaKul nrp

Nrp NiHuruf

Bentuk-bentuk Normal

  1. Bentuk Normal Tahap Pertama (1st Normal Form / 1NF)
  2. Bentuk Normal Tahap Kedua (2nd Normal Form / 2NF)
  3. Bentuk Normal Tahap (3rd Normal Form / 3NF)
  4. Boyce-Code Normal Form (BCNF)
  5. Bentuk Normal Tahap (4th Normal Form / 4NF)
  6. Bentuk Normal Tahap (5th Normal Form / 5NF)

Bentuk Normal Tahap Pertama (1st Normal Form / 1NF)

Bentuk normal 1NF terpenuhi jika sebuah tabel tidak memiliki atribut bernilai banyak (multivalued attribute), atribut composite atau kombinasinya dalam domain data yang sama.

Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi)

Contoh 1

Misal data mahasiswa sbb:

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/43.jpg?w=450&h=110

Atau:

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/52.jpg?w=450&h=109

Tabel-tabel di atas tidak memenuhi syarat 1NF

Contoh 1

Didekomposisi menjadi:

Tabel Mahasiswa

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/62.jpg?w=366&h=132

Tabel Hobi

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/71.jpg?w=450&h=195

Contoh 2 (composite)

JadwalKuliah

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/81.jpg?w=379&h=54

  • Dimana nilai pada atribut jadwal berisi gabungan antara Hari dan Jam.
  • Jika asumsi hari dan jam memegang peranan penting dalam sistem basis data, maka atribut Jadwal perlu dipisah sehingga menjadi JadwalHari dan JadwalJam sbb:

JadwalKuliah

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/91.jpg?w=450&h=48

Contoh

Tabel berikut memenuhi 1NF tapi tidak termasuk 2NF:

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/101.jpg?w=450&h=35

Tidak memenuhi 2NF, karena {Mhs_nrp, mk_kode} yang dianggap sebagai primary key sedangkan:

{Mhs_nrp, mk_kode}  mhs_nama

{Mhs_nrp, mk_kode}  mhs_alamat

{Mhs_nrp, mk_kode}  mk_nama

{Mhs_nrp, mk_kode}  mk_sks

{Mhs_nrp, mk_kode}  nihuruf

Tabel di atas perlu didekomposisi menjadi beberapa tabel yang memenuhi syarat 2NF

Contoh

Functional dependencynya sbb:

{Mhs_nrp, mk_kode}  nihuruf (fd1)

Mhs_nrp  {mhs_nama, mhs_alamat} (fd2)

Mk_kode  {mk_nama, mk_sks} (fd3)

fd1 (mhs_nrp, mk_kode, nihuruf)  Tabel Nilai

fd2 (Mhs_nrp, mhs_nama, mhs_alamat)  Tabel Mahasiswa

fd3 (mk_kode, mk_nama, mk_sks)  Tabel MataKuliah

Bentuk Normal Tahap Ketiga (3rd Normal Form /3NF)

Bentuk Normal Tahap Ketiga (3rd Normal Form /3NF)

Bentuk normal 3NF terpenuhi jika telah memenuhi bentuk 2NF, dan jika tidak ada atribut non primary key yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lainnya.

Untuk setiap Functional Dependency dengan notasi X  A, maka:

X harus menjadi superkey pada tabel tsb.

Atau A merupakan bagian dari primary key pada tabel tsb.

Contoh

Tabel berikut memenuhi 2NF, tapi tidak memenuhi 3NF:

Mahasiswa

karena masih terdapat atribut non primary key (yakni alm_kota dan alm_Provinsi) yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lain (yakni alm_kodepos):

alm_kodepos  {alm_Provinsi, alm_kota}

Sehingga tabel tersebut perlu didekomposisi menjadi:

Mahasiswa (Nrp, nama, alm_jalan, alm_kodepos)

Kodepos (alm_kodepos, alm_provinsi, alm_kota)

Boyce-Code Normal Form (BCNF)

Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk: X  Y maka X adalah super key

tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi

Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF . Perbedaannya, untuk functional dependency X  A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.

Bentuk Normal Tahap Keempat (4th Normal Form /4NF)

Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute

Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies

Contoh

Misal, tabel berikut tidak memenuhi 4NF:

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/111.jpg?w=437&h=131

Setiap employee dapat bekerja di lebih dari project dan dapat memiliki lebih dari satu skill. Untuk kasus seperti ini tabel tersebut harus di-dekomposisi menjadi:

(Employee, Project)

(Employee, Skill)

Bentuk Normal Tahap Keempat (5th Normal Form /5NF)

Bentuk normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition menjadi tabel-tabel yg lebih kecil.

Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk berdasarkan functional dependency, 5NF dibentuk berdasarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi (join) untuk membentuk tabel semula

CoNtoH D@T@ B@se

Oktober 27, 2008 pukul 10:17 am | Ditulis dalam Sistem Basis Data | Tinggalkan komentar

A. DATABASE : Rumah Sakit

B. ENTITAS

entitas1

C. RELATIONSHIP

relatoinship1

D. ATRIBUT

atribut-baru1

E. KARDINALITAS

kordinalitas-penyakit

  • Seorang pasien dapat menderita lebih dari satu(1) panyakit
  • Satu(1) penyakit di derita oleh lebih dari satu(1) pasien
  • kordinalitas-dokterjpg
  • Seorang pasien dapat diperiksa olh lebih dari 1 dokter
  • Seorang dokter dapat memeriksa lebih dari satu(1) pasienkordinalitas-obat1
  • Seorang pasien dapat mengkonsumsi lebih dari satu obat
  • Satu jenis obat dapat dikonsumsi oleh lebih dari satu pasien

L1nGkuNg@n D@t@ B@se

September 18, 2008 pukul 10:01 am | Ditulis dalam Sistem Basis Data | Tinggalkan komentar
Tag:

Lingkungan database dan Pembuatan Model Data

Posted on April 11, 2008 by krida

Perencanaan DataBase ( Randi Agithia – 0606005)

Nama : Randi Agithia
NPM : 0606005

Lingkungan database dan Pembuatan Model Data (data modelling) serta penggambaran Grafis Database pada Diagram E-R

Untuk menciptakan lingkungan database, harus dapat memahami relasi antar data, jenis data yang akan dimasukkan dalam database, bagaimana data digunakan dan bagaimana organisasi sewaktu-waktu dapat mengubahnya secara mudah untuk kepentingan perusahaan.

Merancang database.

Dalam perancangan database ada dua macam model perancangan, yaitu :

Rancangan konseptual Rancangan ini berupa model abstrak dari database dalam sudut pandang bisnis. Rancangan ini membutuhkan deskripsi rinci tentang informasi bisnis yang dibutuhkan oleh pengguna.

Rancangan fisik. Dalam rancangan ini menunjukan bagaimana database secara nyata dikelola pada perangkat penyimpanan.

Mendistribusikan Database.

Perencanaan database harus mempertimbangkan juga kemungkinan pendistribusiannya. Sistem informasi bisa dirancang dengan sebuah data base pusat yang digunakan oleh suatu prosesor pusat atau beberapa prosesor dalam sebuah jaringan.

Database terdistribusi adalah database yang tersimpan dalam lebih dari satu lokasi fisik. Beberapa bagian tersimpan secara fisik pada suatu lokasi, dan bagian-bagian lain tersimpan pada lokasi lain pula. Sistem terdistribusi dapat mereduksi kelemahan-kelemahan dari satu sistem besar pada satu lokasi.

Sistem distribusi meningkatkan kecepatan layanan dan respons terhadap pengguna lokal dan sering dijalankan pada komputer yang lebih kecil dan murah. Namun sistem ini bergantung pada saluran telekomunikasi yang kualitasnya sangat baik. Oleh karena itu para perancang harus mempertimbangkan faktor tersebut.

Persyaratan Manajemen untuk Database.

Dalam mengembangkan database ada banyak hal yang harus dilakukan, tidak hanya memilih model logika database. Tanpa dukungan dan pemahaman dari manajemen maka usaha membangun database akan gagal. Adapun elemen-elemen inti dalam lingkungan database adalah :

Administrasi data

Sistem database mengharuskan organisasi untuk mengatur kembali peran strategi dari informasi dan mulai secara aktif mengelola dan merencanakan informasi sebagai sumber perusahaan. Ini berarti organisasi harus mengembangkan fungsi administrasi data dengan kekuatan untuk menentukan persyaratan informasi untuk seluruh perusahaan dan akses langsung ke manajemen senior. Prinsip dasar administrasi data adalah semua data merupakan milik organisasi secara keseluruhan dan data tidak bisa dikatakan milik salah satu wilayah bisnis tertentu.

Perencanaan data dan Metodologi pemodelan

Kebutuhan-kebutuhan organisasi yang dilayani oleh DBMS jauh lebih lebar daripada yang dilayani oleh lingkungan file tradisional. Oleh karena itu, organisasi memerlukan perencanaan data yang menyeluruh. Analisis perusahaan sangat diperlukan untuk mengembangkan data base.Adapun tujuan analisis tersebut adalah mengidentifikasi entitas-entitas kunci, atribut dan relasi yang menyusun data organisasi.

Teknologi, manajemen dan penggunaan database

Database membutuhkan perangkat lunak, staf dan struktur manajemen data yang dilatih secara khusus dalam hal teknik-teknik database. Sebagaian besar perusahaan mengembangkan rancangan database dan kelompok manajemen daidalam divisi sistem informasi yang bertanggung jawab dalam menentukan dan mengorganisasian sturtur dan isi database dan memeliharanya. Dalam interaksi erat dengan pengguna, kelompok perancang menetapkan database fisik, relasi logis antar elemen dan peraturan dan prosedur akses.

Pembuatan Model Data (data modelling)

Pembuatan Model Data (data modelling adalah)proses menyusun database, agar database itu benar-benar mewakili seluruh aspek organisasi, termasuk interaksi organisasi dengan lingkungan eksternal.

Proses desain database terbagi dalam beberapa tahap, yaitu:

Perencanaan (planning), mempertimbangkan dua aspek yaitu teknologi dan ekonomi

Analisis Persyaratan (Requirement Analysis)

Desain, disesuaikan dengan eksternal, internal dan konseptualnya.

Pengkodean (Coding)

Implementasi, tahap ini sangat mempertimbangkan bagaimanakah bentuk perubahan dari konsep SIA lama ke konsep SIA yang baru.

Operasional dan pemeliharaan

Satu cara untuk melaksanakan kegiatan definisi persyaratan dan desain konseptual adalah dengan membangun model data SIA. Model data akuntansi REA dikembangkan secara khusus untuk membangun database SIA. Model REA mengklasifikasikan data menjadin tiga kategori dasar, yaitu: Sumber daya, Kegiatan dan Pelaku. Model REA dapat didokumentasikan dalam bentuk diagram E-R, yang menampilkan entitas data yang dikumpulkan dan memperjelas pentingnya hubungan antar-data. Kardinalitas hubungan yang tampak dalam diagram REA juga menyediakan informasi mengenai kebijakan bisnis dasar yang diikuti oleh perusahaan.

Diagram E-R

Digram E-R merupakan representasi dari model data konseptual antara data dictionary yang mengorganisasi data yang direpresentasikan oleh entitas-entitas yang ada dalam suatu organisasi. Ada dua pendekatan dalam pembuatan Entity Relational Digram yaitu :
a. Basic Relational Model

Digram E-R yang direpresentasikan ini menggunakan simbol-simbol yang dasar dengan menghubungkan hubungan antar entitas yang ada dalam satu organisasi .

b. Database Relational Model

Digram E-R dalam model ini menggunakan struktur data sebagai acuan yang merepresentasikan hubungan antar entitas. Struktur data ini biasanya diklasifikasikan sesuai kebutuhan data yang harus tersedia, tabel yang digunakan sebagai satu kualifikasi dari struktur data yang ada.

Database relational model merepresentsikan hubungan antar entitas dalam organisasi dengan lebih detail mengarah pada struktur data yang disebut sebagai Relational Database Accounting System.

Diagram E-R merupakan teknik grafis yg menggambarkan skema database. Diagram ini menunjukan beberapa entitas yang dimodelkan E-R menunjukan isi databasedan secara grafis merupakan model suatu organisasi. Model data REA digunakan untuk mengambil keputusan mengenai hal berkaitan. Adapun langkah –langkah menyusun diagram REA terdapat 4 cara yaitu :

Identifikasi kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan dualitas dasar memberi untuk menerima dalam siklus tersebut.

Identifikasi sumber daya dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Masukan kegiatan komitmen.

Menetapkan kardinalitas hubungan.

Diagram REA dapat pula dipadukan ke diagram yang lebih besar dengan cara menggabungkan entitas yang sama. Model data yang didokumentasikan dalam diagram REA dapat diimplementasikan dalam DBMS relasional melalui tiga langkah yakni membuat table untuk semua entitas kedalam diagram REA kemudian kunci utama dan atribut non kunci dimasukan dalam setiap table yang terakhir hubungkan satu ke satu dan satu kebanyak diimplementasikan

PeR@nC@nG@n D@T@ B@$e

September 17, 2008 pukul 5:25 am | Ditulis dalam Sistem Basis Data | Tinggalkan komentar
Tag:

Perancangan Database

Posted on April 11, 2008 by krida

Pendahuluan perancangan Database :

Ø Tantangan dalam merancang database adalah bagaimana merancang sehingga database dapat memenuhi keperluan saat ini dan masa mendatang

Ø Perancangan Model Konseptual perlu dilakukan disamping perancangan model fisik

Proses perancangan basis data , dibagi menjadi 3 tahapan yaitu :

Ø Perancangan basis data secara konseptual, tahapan ini merupakan upaya untuk membuat model yang masih bersifat konsep..

Ø Perancangan basis data secara logis, merupakan tahapan untuk memetakan model konseptual kemodel basis data yang akan dipakai (modal relasional, hirarkis, atau jaringan). Perancangan ini tidak bergantung pada DBMS yang akan dipakai, itulah sebabnya perancangan basis data secara logis terkadang disebut pemetaan model data.

Ø Perancangan basis data secara fisis, merupakan tahapan untuk menuangkan perancangan basis data yang bersifat logis menjadi basis data fisis yang tersimpan pada media penyimpanan eksternal (yang spesifik terhadap DBMS yang dipakai ).

Pengembangan Sistem

Pengembangan system terdiri atas sederetan kegiatan yang dapat dikelompokan menjadi beberapa tahapan. Ada berbagai pembagian tahapan dalam pengembangan system yaitu :

Ø Metodologi yang disebut Waterfall atau air terjun yang membagi daur pengembangan system menjadi 6 tahapan : konsepsi, pendahuluan, analisis, perancangan, implementasi dan pengujian.

Ø McLeod mengemukakan 4 tahapan : perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi.

Ø Fabbri dan Schwab membaginya menjadi 5 tahapan : studi kelayakan, rencana pendahuluan, analisis system, perancamgan system danimplementasi system.


Tahapan studi kelayakan

Tahapan ini merupakan identifikasi terhadap kebutuhan system baru, identifikasi tidak hanya didasarkan oleh kebutuhan-kebutuhan baru tetapi harus memperhatikan kebutuhan pada system yang sudah ada. Hasil tahapan ini berupa daftar kebutuhan, perkiraan biaya untuk membuat system baru dan juga solusi yang dikehendaki.


Tahapan rencana pendahuluan

Tahapan ini menentukan lingkup proyek atau system yang akan ditangani, hal ini digunakan untuk menentukan jadwal proyek. Biasanya dijabarkan dalam diagram aliran data (DAD). DAD menunjukan fungsi-fungsi dalam system, cara menggunakan informasi yang tersimpan dan pemindahan informasi antar fungsi didalam system.


Tahapan analisis system

Analis system sering berdialog dengan pengguna untuk memperoleh informasi detil kebutuhan pengguna. Kemudian hasil yang didapat dipakai sebagai bahan untuk menyusun DAD system baru. Untuk memperinci DAD, item-item yang terdapat pada aliran data dan juga yang terdapat pada penyimpanan data dijabarkan dalam bentuk kamus data. Kamus data adalah deskripsi formal mengenai seluruh elemen yang tercakup dalam DAD.

Tahapan perancangan system

Tahapan perancangan system dibagi menjadi 2 bagian :

  1. Perancangan basis data, merupakan langkah untuk menentukan basis data yang diharapkan dapat mewakili seluruh kebutuhan pengguna berdasarkan kamus aliran data yang telah dibuat. Proses perancangan basis data diantaranya adalah perancangan basis data konseptual yang terdiri atas 3 langkah yaitu :

Ø Penentuan entitas pada basis data

Ø Pendefinisian hubungan antarentitas

Ø Penerjemahan hubungan kedalam entitas

Entitas/tipe entitas/kelas entitas menyatakan objek atau kejadian.

Atribut/properti adalah item data yang menjadi bagian dari suatu entitas.

Hubungan adalah asosiasi atau kaitan antara dua entitas.

Kekangan digunakan untuk melindungi integritas data.

Domain adalah himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut .

Integritas referensial adalah aturan-aturan yang mengatur hubungan antara kunci primer dengan kunci tamu milik tabel-tabel yang berada dalam suatu basis data relasional untuk menjaga kekonsistensian data.tujuan integritas referensial adalah untuk menjamin agar elemen dalam suatu tabel yang menunjuk kesuatu pengenal unik pada suatu baris pada tabel lain benar-benar menunjuk kesuatu nilai yang benar-benar ada. Macamnya ada 3 yaitu :

1. penambahan

2. penghapusan

3. peremajaan (update)

  1. Perancangan proses

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan tentang entitas :

Ø Sebuah atribut bisa jadi merupakan suatu pengulangan(berisi sejumlah nilai, bukan hanya satu nilai)

Ø Sebuah atribut muncul pada beberapa entitas.

Ø Sebuah atribut barangkali sebuah karakteristik dari entitas atau atribut lain.

Selain diagram E-R, diagram lain yang sering dipakai adalah diagram struktur data yang menyerupai E-R. cirinya dengan adanya 2 panah identik. Setelah hubungan antar entitas diketahui maka akan diterjemahkan kedalam table, melalui 3 langkah :

1.. Penentuan kunci untuk entitas

2. Penerjemahan hubungan kedalam kunci tamu

3. Penormalisasian basis data

Penentuan kunci tidak sekedar metode untuk mengakses suatu baris tertentu tapi harus menjadi pengenal yang unik. Kunci terdiri dari beberapa macam, yaitu sebagai berikut :

Candidate Key

Ø Satu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasikan secara unik dari sebuah entitas.

Ø Misalnya: File Karyawan (No Induk, Nama, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Alamat, Kota )

Ø Kunci Kandidat:

  • No Induk, pasti unik
  • Nama, sering dipakai sbg kunci pencarian tetapi tidak cocok utk key karena bisa ada nama yg sama
  • Nama+Tanggal Lahir
  • Nama+Tanggal Lahir+Tempat Lahir
  • Alamat, Kota , tidak cocok untuk kunci


Primary Key

Ø Satu atribut atau satu set minimal atribut yg dapat mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dan dapat mewakili entitas

Ø Dipilih dari Candidate Key yang paling mewakili sebuah entitas secara unik

Ø Contoh: No Induk, karena unik tidak mungkin ada satu No Induk untuk lebih dari satu pegawai

Alternate Key (Kunci Alternatif)

Adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai primary key

Foreign Key (Kunci Tamu)

Ø Adalah satu (atau satu set) atribut yang melengkapi satu relationship yang menunjukkan ke induknya.

Ø Misalnya: File Transaksi Gaji (No Induk, Nomor Bukti, Tanggal, Gaji Kotor, Potongan, Gaji Bersih, Pajak)

  • Foreign Key: No Induk
  • Primary Key: Nomor Bukti
  • Alternate Key: No Induk + Nomor Bukti

Teknik Normalisasi

Ø Proses normalisasi merupakan proses pengelompokkan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi).

Ø Pada proses normalisasi selalu diuji pada bbrp kondisi, apakah ada kesulitan dalam:

· Add/insert data; delete data; update data; dan retrieve data;

· Jika ada problem maka relasi perlu dipisahkan

Bentuk Normalisasi

Ø Unnormalized Form

Ø 1st Normal Form (1 NF)

Ø 2nd Normal Form (2 NF)

Ø 3rd Normal Form (3 NF)

Ø Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

BENTUK-BENTUK NORMALISASI

Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form):

Ø merupakan kumpulan data yang akan direkam,

Ø tanpa format tertentu,

Ø bisa saja data tidak lengkap atau ada duplikasi

Ø Dikumpulkan apa adanya

Normal Pertama (1st Normal Form)

Aturan :

Ø Mendefinisikan atribut kunci

Ø Tidak adanya group berulang

Ø Semua atribut bukan kunci tergantung pada atribut kunci

Normalisasi Kedua (2nd Normal Form)

Aturan :

Ø Sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu

Ø Sudah tidak ada ketergantungan parsial, dimana seluruh field hanya tergantung pada sebagian field kunci.

Normalisasi Ketiga (3rd Normal Form)

Aturan :

Ø Sudah berada dalam bentuk normal kedua

Ø Tidak ada ketergantungan transitif (dimana field bukan kunci tergantung pada field bukan kunci lainnya).

Normalisasi Keempat

Ø Dikenal dengan nama: Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

Ø Relasi harus dalam bentuk normal kesatu dan setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut superkey

Ø Relatif jarang digunakan

Tahapan implementasi system

Tahapan implementasi system mencakup pengkodean program, pengujian program, pemasangan program dan pelatihan pada pengguna. Setelah tahap ini berakhir maka akan sampai pada tahapan penggunaan aplikasi oleh pengguna.


D@T@ & InFoRm@$!

September 9, 2008 pukul 9:42 am | Ditulis dalam Sistem Basis Data | Tinggalkan komentar
Tag:

Data & Informasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Data adalah bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang diberikan”. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya. Namun demikian istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.

Banyak orang meggunakan istilah “era informasi”, “masyarakat informasi,” dan teknologi informasi, dalam bidang ilmu informasi dan ilmu komputer yang sering disorot, namun kata “informasi” sering dipakai tanpa pertimbangan yang cermat mengenai berbagai arti yang dimilikinya.

$!$TeM B@$!$ D@T@

September 5, 2008 pukul 6:59 am | Ditulis dalam Sistem Basis Data | Tinggalkan komentar
Tag:

Basis data

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kwitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

PeNg@nT@R D@T@ B@$e

September 5, 2008 pukul 6:51 am | Ditulis dalam Sistem Basis Data | Tinggalkan komentar
Tag:

Pengantar Basis Data

Konsep dasar basis data adalah sekumpulan fakta yang dapat digambarkan dengan model diagram hubungan antar entitas (Entity-Relationship Modelling Diagram).
Komponen pembentuk ER Diagram sbb:

1. Entity
Suatu kumpulan obyek dengan property yang sama dengan ciri memiliki identitas yang dapat berdiri sendiri; contoh: mahasiswa, kelas, mata kuliah, pegawai, kantor cabang dsb.

Dapat berdiri sendiri maksudnya dalam record-recordnya terdapat attribut yang unik yang dapat dijadikan pembeda untuk masing masing record. Sebuah entitas memiliki tipe berdasarkan kemampuannya berdiri sendiri antara lain tipe Strong dan tipe Weak.
1. Strong Entity
Bila suatu entitas dapat berdiri sendiri tanpa dukungan attribut dari entitas lain; contohnya: entitas Pegawai.
~
2. Weak Entity
Bila suatu entitas tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan attribut dari entitas lain;contohnya: entitas Tunjungan, Tunjanga
n tidak dapat berdiri sendiri tanpa ada attribut pegawai.

~

2. Relationship (Hubungan antar entitas)
Hubungan yang dimaksud adalah asosiasi attribut antar entitas yang memiliki makna; contohya: entitas Manajer dan entitas Kantor Cabang memiliki sebuah Relationship “Kelola”, jadi makna yang dibaca adalah “Seorang Manajer mengelola sebuah Kantor Cabang”, (jenis hubungan one-to-one).
~
Sebuah Relationship memiliki derajat (degree) berdasarkan jumlah entitas yang terhubung antara lain: Unary, Binary, Ternary dan Quaternary.
1. Unary
Tipe hubungan ini berbarti hubungan yang terjadi antara dirinya sendiri dlam sebuah entitas; contohnya: entitas Pegawai yang memiliki Relationship Supervisor. Pegawai yang menjadi Supervisor juga berasal dar entitas yang sama yaitu Pegawai sedangkan entitas yang dituju juga pada entitas Pegawai.
~
2. Binary
Tipe hubungan ini antara dua entitas; contohnya: entitas Pegawai dan entitas Kantor Cabang.
~
3. Ternary
Tipe hubungan ini antara tiga entitas; contohnya :entitas Sales, Produk dan Pelanggan yang memiliki sebuah Relationship yang bernama Penjualan.
Relationship bisa terdapat lebih dari satu dalam sebuah / lebih entitas.

3. Attribut
Detail dari sebuah entitas; contohnya entitas Mahasiswa memiliki attribut: npm, nama, jenis kelamin, kelas, tgl lahir dst… entitas Pasien memiliki attribut: nama, tgl lahir, berat badan, golongan darah dst…
Attribut memiliki tipe tipe sbb:
1. Simple
Sebuah attribut yang memiliki komponen tunggal dan independent; contohnya: nama, tgl lahir dst…
~
2. Composite
Sebuah attribut yang memiliki komponen banyak dan masing masing komponennya independent; contohnya: Alamat-> jalan, kota, kode pos dst…
~
3. Multi-valued
Sebuah attribut yang memiliki nilai banyak; contohnya: dalam sebuah entitas Mahasiswa terdapat sebuah attribut nomor HP yang isinya bisa lebih dari satu record.
~
4. Derived
Sebuah attribut yang memiliki nilai turunan dari hasil kalkulasi attribut yang lain; contohnya attribut umur yang dihitung berdasarkan attribut tanggal lahir.
Sebuah entitas harus memiliki Key attribut sebagai pembeda untuk masing masing record. Key attribut memiliki tipe sbb:


5. Candidate Key
Attribut yang dapat digunakan sebagai Primary Key attribut. Dipilih berdasarkan keunikan nilai attribut; contohya: dalam entitas Mahasiswa terdapat attribut nama, npm yang dipilih sebagai Candidate Key.
~
6. Primary Key

Attribut yang dipilih sebagai attribut pembeda utama dalam sebuah entitas, dipilih dari Candidate Key yang paling baik, baik dalam artian paling unik dan paling mudah dimanipulasi dalam program.
~
7. Composite Key
Candidate Key yang memiliki lebih dari satu attribut; misalnya dalam sebuah entitas yang Weak terdapat dua Key attribut yang dipakai sebagai attribut pembeda; contohnya: dalam entitas Tunjangan ada attribut Nama dan attribut Pegawai sebagai Key, artinya kalau hanya nama bisa jadi lebih dari satu record dan kalau hanya Pegawai bisa jadi lebih dari satu Tunjanga
n.

Structural Constraints
Dalam sebuah Relationship pada Basis Data terdapat batasan batasan yang
terstruktur (Structural Constraints). Tipe utama dari batasan disebut multiplicity yang mencerminkan aturan dari sistem yang akan dibuat oleh user.
Multiplicity dibuat berdasarkan dua batasan yaitu Cardinality dan Participation.
1. Cardinality
Adalah nilai maximum occurrence dari sebuah Relationship antara dua entitas; contohnya: antara entitas Dosen dan Mata Kuliah terdapat Relationship “Mengajar” dengan multiplicity “0..5“, artinya satu dosen boleh mengajar maximal 5 mata kuliah sedangkan sebuah mata kuliah bisa jadi belum memiliki dosen pengajarnya. Cardinality = 5 dan Participation = 0.
~

2. Participation
Adalah nilai minimum occurrence dari sebuah Relationship antara dua entitas; contohnya antara entitas Gedung dan Ruang Kelas terdapat Relationship “Terdiri Dari” dengan multiplicity “1..5“, artinya satu Gedung bisa terdapat maximal 5 ruang kelas tapi satu ruang kelas hanya terdapat pada satu gedung. Cardinality = 5 dan Participation = 1

~
Secara umum degree Binary paling banyak dipakai dimana umumnya hubungan itu merujuk pada tiga jenis hubungan sbb:
1. one-to-one (1..1)
Dimana dalam sebuah occurrence terdapat hanya satu pasangan pada entitas lainnya; contohnya: antara entitas Kantor Cabang dan Manager, sebuah kantor cabang hanay boleh dimanageri oleh sorang manager dan begitu juga sebaliknya seorang manager hanay boleh memanage sebuah kanto cabang.
~
2. one-to-many (1..*)
Dimana dalam sebuah occurrence terdapat bisa lebih dari satu pasangan pada entitas lainnya.
~

3. many-to-many (*..*)
Sumber : Wib’s Web World

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.